Begini Cara Memasang Batu Palimanan pada Dinding

Cara Memasang Batu Palimanan

Batu palimanan merupakan jenis batuan lunak yang memiliki banyak corak yang berasal dari Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Batu unik ini berasal dari sedimentasi pasir sehingga membentuk pola abstraksi berwarna yang indah. Tak jarang batu ini kemudian dimanfaatkan sebagai pelapis dinding untuk menciptakan kesan alami yang eksotis.

Batuan ini tidak seperti batu marmer yang licin mengkilat, melainkan kasar dengan tekstur tak beraturan. Efek tak beraturan pada pola abstraksi yang indah inilah yang ingin ditonjolkan untuk mendapatkan kesan natural pada hunian. Batu palimanan ini seringkali dipasang pada lapisan dinding pagar atau bagian lainnya dari rumah tinggal dengan cara disusun perbagian hingga rekat dan kokoh.

Cara Memasang Batu Palimanan pada Dinding

Secara umum, bahan yang digunakan untuk memasang batuan ini hanya berupa semen adukan dan coating pelapis agar tidak mudah terkena lumut. Sedangkan alat bantu lainnya bisa berupa tali, penggaris siku atau alat lainnya yang berguna untuk memandu agar susunan batu tetap lurus dan rapi.

Cara Memasang Batu Palimanan

1. Sortir Batu

Pastikan semua batu palimanan yang akan dipasang dalam keadaan siku-siku. Jangan biarkan ada celah karena bentuk yang tidak lurus walau 1 mm sekalipun. Celah yang kecil jika diabaikan akan membuat seluruh konfigurasi batu menjadi miring keseluruhan. Potong dan ratakan hingga lurus dengan menggunakan pemotong atau gerinda.

Cara Memasang Batu Palimanan

2. Mengupas Dinding

Kupas atau bobok dinding sebagai media batu palimanan hingga membentuk bercak tak beraturan. Cara ini dilakukan agar adonan semen dapat mengikat dengan kuat pada dinding yang sudah dibobok tersebut. Dinding yang tidak dibobok tidak mampu mengikat kuat adonan semen, sebab adonan semen yang basah akan cenderung mudah turun pada dinding yang rata dan halus.

Cara Memasang Batu Palimanan

3. Tali Pengukur

Bentangkan tali dari atas dan samping dinding sebagai pemandu agar pemasangan tetap terjaga lurus dan tidak kehilangan arah. Cara terbaik memasang tali yang lurus dari atas adalah dengan memberi beban pada ujung tali. Dengan cara ini, grafitasi telah menyempurnakan cara mengukur yang pasti lurus. Sedangkan bentangan tali dari samping dinding dapat dilakukan dengan menggunakan selang berisi air dan kedua ujung selang diangkat hingga permukaan air membentuk garis lurus.

4. Rendam Batu Palimanan

Batu palimanan harus direndam atau dicelupkan ke dalam air sebelum dipasang. Hal ini dilakukan agar kondisi batu tetap basah sehingga tidak mengganggu kandungan air di dalam adonan semen. Perlu diketahui, pori-pori batu palimanan tergolong besar dan mudah menyerap air, sehingga dapat menyerap air adonan yang membuat adonan semen menjadi kering dan getas.

5. Susun Batu

Susunlah batu palimanan dari bawah dan rekatkan dengan menggunakan adonan semen. Susunan batu dari bawah akan menahan berat batu yang berada di atasnya sehingga batu palimanan dapat tersusun dengan mudah dan rapi.

6. Bersihkan Sisa Semen

Adonan semen yang direkatkan pada dinding akan meninggalkan sisa di celah batu yang tidak beraturan ini, akibatnya sisa semen tampak menonjol keluar area. Bersihkan selagi masih basah hingga susunan batu palimanan tampak indah tersusun.

7. Coating

Langkah terakhir adalah melapisi batu palimanan dengan coating khusus agar tampilan batu lebih menawan dan terjaga dari jamur dan lumut. Coating bisa disemprot atau dilapisi dengan menggunakan kuas.

Harga Batu Palimanan

Secara umum, harga batu alam palimanan cenderung sama di berbagai pasar dengan rentang antara Rp 65 ribu hingga Rp 90 ribu per meter. Harga ini bisa berubah tergantung dari corak dan pola pada batuan tersebut. Artinya, semakin indah pola batuan, semakin tinggi harga yang diterapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *